inggrid blog
Rabu, 17 Oktober 2012
SISTEM OPERASI
Apa itu DoS
Denial of service adalah jenis serangan yang tujuannya adalah mencegah pengguna yang sesungguhnya menikmati layanan yang diberikan server. Server sesuai namanya adalah pelayan yang harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam tanpa henti. Contohnya adalah web server yang bertugas melayani pengunjung web menyediakan informasi dalam bentuk halaman html. Dalam kondisi normal, pengunjung dapat meminta resource dari web server untuk ditampilkan dalam browsernya, namun bila web server terkena serangan DoS maka pengunjung tidak bisa menikmati layanan web server.
Secara umum ada 2 cara melakukan serangan DoS:
1. Mematikan Server
2. Menyibukkan Server
* Tanpa bug/vulnerability
* Meng-exploit bug/vulnerability
DoS dengan Mematikan Server: Kill Them!
Anda pernah mengalami ingin memakai telepon umum atau ATM namun tidak bisa karena di mesin tersebut ditempel kertas berisi pesan “Out of Service” atau “Sedang dalam perbaikan”. Telepon umum adalah target serangan DoS yang biasa terjadi, dimana-mana kita menemukan telpon umum yang rusak karena serangan DoS seperti membanting gagang telpon, mencabut kabel, memecahkan LCD dan aksi-aksi lainnya.
Tujuan serangan ini adalah membuat server shutdown, reboot, crash, “not responding”. Jadi serangan ini menghasilkan kerusakan yang sifatnya persisten artinya kondisi DoS akan tetap terjadi walaupun attacker sudah berhenti menyerang, server baru normal kembali setelah di-restart/reboot.
Bagaimana cara serangan DoS ini dilakukan? Serangan ini dilakukan dengan meng-exploit bug/vulnerability pada server. Kata kunci pada vulnerability jenis ini biasanya adalah “specially/carefully crafted packet/request”, yang artinya paket yang dirancang khusus. Kenapa dirancang khusus? Sebab dalam paket itu mengandung sifat tertentu yang membuat server mati ketika mengolah paket khusus itu.
Mari kita perhatikan beberapa contoh vulnerability yang berakibat pada DoS attack:
* Ping of Death ( CA-1996-26 )
* Ini adalah jenis bug yang sudah sangat tua. Praktis sudah tidak ada lagi sistem yang vulnerable terhadap bug ini. Bug ini bila diexploit akan membuat server crash, freeze atau reboot. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan “specially crafted” paket berupa oversized ICMP packet, yaitu paket yang ukurannya di atas normal. Ketika server menerima dan memproses paket yang “aneh” ini, maka server akan crash, freeze atau reboot. Ini adalah contoh serangan DoS “one shot one kill” karena bisa merusak server hanya dengan satu tembakan saja. MySQL IF Query DoS ( SA25188 )
Bug ini akan membuat mysql server menjadi crash hanya dengan mengirim sql khusus yang mengandung fungsi IF() contohnya: “SELECT id from example WHERE id IN(1, (SELECT IF(1=0,1,2/0)))”. Ini juga jenis serangan “one shot one kill”.
* Cisco Global Site Selector DNS Request Denial of Service (SA33429)
Bug ini membuat DNS server Cisco mati dengan mengirimkan beberapa “specially crafted” paket request DNS dalam urutan tertentu.
Tiga contoh di atas kiranya cukup memberikan gambaran tentang bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah attacker memanfaatkan (baca:mengexploit) bug yang membuat server berhenti bekerja dan biasanya dilakukan sendirian secara remote dengan mengirimkan specially crafted packet.
DoS dengan Menyibukkan Server: Make Them As Busy As Possible!
Pada waktu menjelang lebaran kita sering merasa begitu sulit mengirim sms, bahkan sering terjadi gagal kirim. Begitu juga ketika berlangsung acara kuis di TV, mengelpon ke nomor untuk menjawab kuis terasa begitu sulit. Hal ini terjadi karena ada begitu banyak orang yang mengirim sms pada saat lebaran dan menelpon pada waktu kuis sehingga membuat jaringan telekomunikasi menjadi begitu sibuk sampai tidak bisa melayani pengguna lain. Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi ketika sebuah server mendapat serangan denial of service. DoS yang terjadi pada peristiwa tersebut bukan jenis DoS yang mematikan server, namun jenis DoS yang menyibukkan server.
Jenis DoS ini bersifat sementara, server akan kembali normal bila attacker berhenti mengirimkan request yang membuat sibuk server.
DoS jenis ini terbagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melakukan serangan:
* Exploiting vulnerability: Menyerang dengan malicious request/packet
* No vulnerability exploitation: Menyerang dengan normal request/packet
Membuat server sibuk dengan mengexploitasi vulnerability lebih cepat daripada tanpa mengeksploit vulnerability.
Make Server Busy by Exploiting Vulnerability
Dalam serangan DoS jenis ini, attacker memanfatkan bug yang membuat server berlebihan dalam menggunakan resource (cpu,memory,disk space dsb). Attacker akan mencari cara bagaimana agar membuat server bekerja ekstra keras (jauh lebih keras dari request normal) untuk melayani request dia. Biasanya serangan DoS jenis ini tidak berupa serangan “one shot one kill”. Serangan dilakukan dengan melakukan banyak request dengan setiap request membuat server mengonsumsi lebih banyak resource dari request yang normal.
Dalam hitungan matematika sederhana, bila attacker bisa membuat server bekerja selama 10 detik hanya untuk melayani dia (misal normalnya 0,1 detik), maka attacker bisa mengirimkan request 1.000x untuk membuat server melayani dia selama 10.000 detik (2,7 jam lebih) sehingga membuat pengguna lain tidak bisa menikmati layanan server.
Untuk lebih memahami DoS jenis ini, mari kita lihat contoh-contoh vulnerability yang bisa diexploit untuk melancarkan serangan DoS jenis ini:
* TCP SYN Flood DoS
* Ini adalah serangan DoS yang sudah sangat tua. Attacker menyerang dengan cara membanjiri server dengan malicious request berupa paket SYN dengan fake source IP address. SYN packet adalah paket dari client yang mengawali terbentuknya koneksi TCP/IP, setelah itu server akan membalas dengan SYN-ACK, dan dilengkapi dengan paket SYN-ACK-ACK dari client, tiga proses ini disebut three way handshake. Triknya adalah pada fake source ip address pada paket SYN dari client. Akibatnya server akan mengirim SYN-ACK (step 2) ke ip address yang salah sehingga server juga tidak akan mendapatkan balasan SYN-ACK-ACK dari client. Padahal untuk setiap client yang mencoba membuka koneksi, server akan mengalokasikan resource seperti memori dan waktu untuk menunggu datangnya balasan ACK dari client. Dengan cara ini attacker menghabiskan resource server hanya untuk melayani request palsu dari attacker. Apache mod_deflate DoS
Apache menggunakan mod_deflate untuk memampatkan file. Bila visitor meminta sebuah file, maka apache akan menggunakan mod_deflate untuk memampatkannya kemudian mengirimkan ke visitor tersebut. Namun bila di tengah proses pemampatan, visitor memutuskan koneksi TCP, Apache masih terus bekerja memampatkan file untuk visitor yang sebenarnya sudah tidak ada (sudah disconnect). Jadi bugnya adalah pada borosnya pemakaian resource cpu untuk memampatkan file untuk client yang sudah tidak ada. Attacker memanfaatkan kelemahan ini dengan meminta sebuah file yang berukuran besar, kemudian dalam waktu singkat memutuskan koneksi sehingga membuat server bekerja keras mempatkan file untuk visitor yang sudah tidak ada. Request ini diulang berkali-kali sampai server begitu sibuknya dan semua resource cpu habis.
Dua contoh vulnerability di atas cukup menjelaskan bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah dengan mengirim banyak malicious request/paket yang membuat server mengonsumsi resource lebih banyak dan lebih lama untuk setiap requestnya.
Make Server Busy Without Exploiting Vulnerability
Ini adalah jenis serangan yang mengandalkan pada kemampuan mengirimkan normal request sebanyak-banyaknya sehingga server menjadi sibuk. Perbedaan DoS jenis ini dengan DoS yang mengexploit vulnerability adalah pada requestnya. Request yang dikirimkan pada DoS jenis ini adalah request yang normal seperti yang dilakukan pengguna biasa, sehingga server tidak mengonsumsi resource berlebihan. Sedangkan DoS yang mengandalkan vulnerability mengirimkan specially crafted malicious request untuk membuat server mengonsumsi resource lebih banyak untuk melayani malicious request tersebut.
Normal request hanya membuat server mengonsumsi resource dalam jumlah biasa-biasa saja, tidak akan mengganggu kerja server secara keseluruhan. Diperlukan normal request dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat server terganggu kerjanya. Jadi agar serangan ini menjadi efektif, maka serangan harus dilakukan beramai-ramai dari banyak tempat, semakin banyak penyerang semakin bagus hasilnya. Serangan ini juga disebut dengan distributed DoS (DDoS) karena dilakukan dari banyak lokasi yang terdistribusi (tersebar).
Serangan DDoS dilakukan dengan menggunakan komputer zombie atau robot. Zombie adalah komputer yang sudah dikuasai attacker sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sekumpulan komputer zombie membentuk jaringan yang disebut bot-net. Attacker mendapatkan banyak zombie dengan menyebarkan virus atau worm, setiap komputer yang terinfeksi akan diinstall program yang membuat komputer bersedia menjalankan perintah dari attacker.
DDoS Botnet AttackCourtesy of: www.dos-attack.net
Gambar di atas menjelaskan cara kerja DDoS. Attacker memberi perintah kepada semua pasukannya untuk membuat request HTTP ke sebuah website. Bila pasukan yang dikuasai attacker sangat besar, maka web server akan dibanjiri request sehingga menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang sebenarnya (real visitor).
Serangan jenis ini tidak ada obatnya karena attacker tidak meng-exploit bug atau vulnerability apapun. Bila pada jenis DoS yang lain, serangan dapat dicegah dengan melakukan patching atau update software, maka serangan ini tidak bisa dihentikan dengan update atau patch.
Kesimpulan
Denial of service adalah serangan yang membuat server tidak bisa melayani pengguna yang sesungguhnya. Berikut adalah jenis-jenis serangan DoS berdasarkan cara melakukan serangan:
* Mematikan Server: one shot, one kill untuk membuat server menjadi crash, hang, reboot.
* Menyibukkan Server: mengirim banyak sekali request untuk membuat server sibuk.
o Exploiting bug: mengirim banyak specially crafted request. Jumlah request tidak sebanyak jenis DoS yang menyibukkan server dengan normal request.
o Normal request: mengirim banyak request normal seperti pengguna biasa. Diperlukan jumlah request yang lebih banyak dibandingkan jenis DoS yang menyibukkan server dengan exploit bug. Biasanya menggunakan botnet secara terdistribusi.
Selasa, 06 Desember 2011
S.O
Jawaban !! (702011104)
Serangan DoS (Denial of Service) tampaknya masih mejadi favorit hacker. Karena boleh dikatakan serangan DoS ini tidak ada obatnya. Bila serangan DoS ini dilakukan secara beramai-ramai dan terorganisir dengan baik, maka akan menghasilkan kerusakan yang dahsyat dan sanggup melumpuhkan situs-situs populer seperti twitter.com dan metasploit.com.
Apa itu DoS
Denial of service adalah jenis serangan yang tujuannya adalah mencegah pengguna yang sesungguhnya menikmati layanan yang diberikan server. Server sesuai namanya adalah pelayan yang harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam tanpa henti. Contohnya adalah web server yang bertugas melayani pengunjung web menyediakan informasi dalam bentuk halaman html. Dalam kondisi normal, pengunjung dapat meminta resource dari web server untuk ditampilkan dalam browsernya, namun bila web server terkena serangan DoS maka pengunjung tidak bisa menikmati layanan web server.
Secara umum ada 2 cara melakukan serangan DoS:
1. Mematikan Server
2. Menyibukkan Server
Tanpa bug/vulnerability
Meng-exploit bug/vulnerability
DoS dengan Mematikan Server: Kill Them!
Anda pernah mengalami ingin memakai telepon umum atau ATM namun tidak bisa karena di mesin tersebut ditempel kertas berisi pesan “Out of Service” atau “Sedang dalam perbaikan”. Telepon umum adalah target serangan DoS yang biasa terjadi, dimana-mana kita menemukan telpon umum yang rusak karena serangan DoS seperti membanting gagang telpon, mencabut kabel, memecahkan LCD dan aksi-aksi lainnya.
Tujuan serangan ini adalah membuat server shutdown, reboot, crash, “not responding”. Jadi serangan ini menghasilkan kerusakan yang sifatnya persisten artinya kondisi DoS akan tetap terjadi walaupun attacker sudah berhenti menyerang, server baru normal kembali setelah di-restart/reboot.
Bagaimana cara serangan DoS ini dilakukan? Serangan ini dilakukan dengan meng-exploit bug/vulnerability pada server. Kata kunci pada vulnerability jenis ini biasanya adalah “specially/carefully crafted packet/request”, yang artinya paket yang dirancang khusus. Kenapa dirancang khusus? Sebab dalam paket itu mengandung sifat tertentu yang membuat server mati ketika mengolah paket khusus itu.
Mari kita perhatikan beberapa contoh vulnerability yang berakibat pada DoS attack:
Ping of Death ( CA-1996-26 ) Ini adalah jenis bug yang sudah sangat tua. Praktis sudah tidak ada lagi sistem yang vulnerable terhadap bug ini. Bug ini bila diexploit akan membuat server crash, freeze atau reboot. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan “specially crafted” paket berupa oversized ICMP packet, yaitu paket yang ukurannya di atas normal. Ketika server menerima dan memproses paket yang “aneh” ini, maka server akan crash, freeze atau reboot. Ini adalah contoh serangan DoS “one shot one kill” karena bisa merusak server hanya dengan satu tembakan saja.
MySQL IF Query DoS ( SA25188 ) Bug ini akan membuat mysql server menjadi crash hanya dengan mengirim sql khusus yang mengandung fungsi IF() contohnya: “SELECT id from example WHERE id IN(1, (SELECT IF(1=0,1,2/0)))”. Ini juga jenis serangan “one shot one kill”.
Cisco Global Site Selector DNS Request Denial of Service (SA33429) Bug ini membuat DNS server Cisco mati dengan mengirimkan beberapa “specially crafted” paket request DNS dalam urutan tertentu.
Tiga contoh di atas kiranya cukup memberikan gambaran tentang bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah attacker memanfaatkan (baca:mengexploit) bug yang membuat server berhenti bekerja dan biasanya dilakukan sendirian secara remote dengan mengirimkan specially crafted packet.
DoS dengan Menyibukkan Server: Make Them As Busy As Possible!
Pada waktu menjelang lebaran kita sering merasa begitu sulit mengirim sms, bahkan sering terjadi gagal kirim. Begitu juga ketika berlangsung acara kuis di TV, mengelpon ke nomor untuk menjawab kuis terasa begitu sulit. Hal ini terjadi karena ada begitu banyak orang yang mengirim sms pada saat lebaran dan menelpon pada waktu kuis sehingga membuat jaringan telekomunikasi menjadi begitu sibuk sampai tidak bisa melayani pengguna lain. Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi ketika sebuah server mendapat serangan denial of service. DoS yang terjadi pada peristiwa tersebut bukan jenis DoS yang mematikan server, namun jenis DoS yang menyibukkan server.
Jenis DoS ini bersifat sementara, server akan kembali normal bila attacker berhenti mengirimkan request yang membuat sibuk server.
DoS jenis ini terbagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melakukan serangan:
Exploiting vulnerability: Menyerang dengan malicious request/packet
No vulnerability exploitation: Menyerang dengan normal request/packet
Membuat server sibuk dengan mengexploitasi vulnerability lebih cepat daripada tanpa mengeksploit vulnerability.
Make Server Busy by Exploiting Vulnerability
Dalam serangan DoS jenis ini, attacker memanfatkan bug yang membuat server berlebihan dalam menggunakan resource (cpu,memory,disk space dsb). Attacker akan mencari cara bagaimana agar membuat server bekerja ekstra keras (jauh lebih keras dari request normal) untuk melayani request dia. Biasanya serangan DoS jenis ini tidak berupa serangan “one shot one kill”. Serangan dilakukan dengan melakukan banyak request dengan setiap request membuat server mengonsumsi lebih banyak resource dari request yang normal.
Dalam hitungan matematika sederhana, bila attacker bisa membuat server bekerja selama 10 detik hanya untuk melayani dia (misal normalnya 0,1 detik), maka attacker bisa mengirimkan request 1.000x untuk membuat server melayani dia selama 10.000 detik (2,7 jam lebih) sehingga membuat pengguna lain tidak bisa menikmati layanan server.
Untuk lebih memahami DoS jenis ini, mari kita lihat contoh-contoh vulnerability yang bisa diexploit untuk melancarkan serangan DoS jenis ini:
TCP SYN Flood DoS Ini adalah serangan DoS yang sudah sangat tua. Attacker menyerang dengan cara membanjiri server dengan malicious request berupa paket SYN dengan fake source IP address. SYN packet adalah paket dari client yang mengawali terbentuknya koneksi TCP/IP, setelah itu server akan membalas dengan SYN-ACK, dan dilengkapi dengan paket SYN-ACK-ACK dari client, tiga proses ini disebut three way handshake. Triknya adalah pada fake source ip address pada paket SYN dari client. Akibatnya server akan mengirim SYN-ACK (step 2) ke ip address yang salah sehingga server juga tidak akan mendapatkan balasan SYN-ACK-ACK dari client. Padahal untuk setiap client yang mencoba membuka koneksi, server akan mengalokasikan resource seperti memori dan waktu untuk menunggu datangnya balasan ACK dari client. Dengan cara ini attacker menghabiskan resource server hanya untuk melayani request palsu dari attacker.
Apache mod_deflate DoS Apache menggunakan mod_deflate untuk memampatkan file. Bila visitor meminta sebuah file, maka apache akan menggunakan mod_deflate untuk memampatkannya kemudian mengirimkan ke visitor tersebut. Namun bila di tengah proses pemampatan, visitor memutuskan koneksi TCP, Apache masih terus bekerja memampatkan file untuk visitor yang sebenarnya sudah tidak ada (sudah disconnect). Jadi bugnya adalah pada borosnya pemakaian resource cpu untuk memampatkan file untuk client yang sudah tidak ada. Attacker memanfaatkan kelemahan ini dengan meminta sebuah file yang berukuran besar, kemudian dalam waktu singkat memutuskan koneksi sehingga membuat server bekerja keras mempatkan file untuk visitor yang sudah tidak ada. Request ini diulang berkali-kali sampai server begitu sibuknya dan semua resource cpu habis.
Dua contoh vulnerability di atas cukup menjelaskan bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah dengan mengirim banyak malicious request/paket yang membuat server mengonsumsi resource lebih banyak dan lebih lama untuk setiap requestnya.
Make Server Busy Without Exploiting Vulnerability
Ini adalah jenis serangan yang mengandalkan pada kemampuan mengirimkan normal request sebanyak-banyaknya sehingga server menjadi sibuk. Perbedaan DoS jenis ini dengan DoS yang mengexploit vulnerability adalah pada requestnya. Request yang dikirimkan pada DoS jenis ini adalah request yang normal seperti yang dilakukan pengguna biasa, sehingga server tidak mengonsumsi resource berlebihan. Sedangkan DoS yang mengandalkan vulnerability mengirimkan specially crafted malicious request untuk membuat server mengonsumsi resource lebih banyak untuk melayani malicious request tersebut.
Normal request hanya membuat server mengonsumsi resource dalam jumlah biasa-biasa saja, tidak akan mengganggu kerja server secara keseluruhan. Diperlukan normal request dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat server terganggu kerjanya. Jadi agar serangan ini menjadi efektif, maka serangan harus dilakukan beramai-ramai dari banyak tempat, semakin banyak penyerang semakin bagus hasilnya. Serangan ini juga disebut dengan distributed DoS (DDoS) karena dilakukan dari banyak lokasi yang terdistribusi (tersebar).
Serangan DDoS dilakukan dengan menggunakan komputer zombie atau robot. Zombie adalah komputer yang sudah dikuasai attacker sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sekumpulan komputer zombie membentuk jaringan yang disebut bot-net. Attacker mendapatkan banyak zombie dengan menyebarkan virus atau worm, setiap komputer yang terinfeksi akan diinstall program yang membuat komputer bersedia menjalankan perintah dari attacker.
Courtesy of: www.dos-attack.net
Gambar di atas menjelaskan cara kerja DDoS. Attacker memberi perintah kepada semua pasukannya untuk membuat request HTTP ke sebuah website. Bila pasukan yang dikuasai attacker sangat besar, maka web server akan dibanjiri request sehingga menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang sebenarnya (real visitor).
Serangan jenis ini tidak ada obatnya karena attacker tidak meng-exploit bug atau vulnerability apapun. Bila pada jenis DoS yang lain, serangan dapat dicegah dengan melakukan patching atau update software, maka serangan ini tidak bisa dihentikan dengan update atau patch.
Kesimpulan
Denial of service adalah serangan yang membuat server tidak bisa melayani pengguna yang sesungguhnya. Berikut adalah jenis-jenis serangan DoS berdasarkan cara melakukan serangan:
Mematikan Server: one shot, one kill untuk membuat server menjadi crash, hang, reboot.
Menyibukkan Server: mengirim banyak sekali request untuk membuat server sibuk.
Exploiting bug: mengirim banyak specially crafted request. Jumlah request tidak sebanyak jenis DoS yang menyibukkan server dengan normal request.
Normal request: mengirim banyak request normal seperti pengguna biasa. Diperlukan jumlah request yang lebih banyak dibandingkan jenis DoS yang menyibukkan server dengan exploit bug. Biasanya menggunakan botnet secara terdistribusi.
ilmuhacking.com
II. Cara Kerja Malware Di Memory
Walaupun pengertian virus komputer adalah program yang dapat mengcopy-kan, tetapi hanya dengan bermodalkan kemampuan menduplikasikan dirinya tanpa menetap dimemory, virus tersebut akan tetap mengalami kesulitan menyebar kekomputer lain ( walaupun tetap memungkinkan ). Aksi jenis malware ini disebut dengan DIRECT ACTION. Sekali dieksekusi, ia akan menjalankan aksinya, misalnya mencari objek untuk diinfeksi, dan hal berbahaya lainnya.
Sekalipun tidak menetap dimemory, jenis malware ini tetap berbahaya, bayangkan jika komputer yang tanpa sengaja mengeksekusi malware ini berada pada sebuah jaringan komputer yang saling sharing, rutin malware tersebut bisa saja mencari dan menginfeksi file-file tertentu, termasuk pada komputer yang di share.
Pada memory dengan kapasitas yang relatif kecil ( misal 640 KB konvensional memory pada masa kejayaan MS – DOS ), sudah cukup untuk malware menetap dan beraksi. Teknik Terminate and Stay Resident ( TSR ) pada sistem operasi DOS kerap digunakan oleh virus komputer pada saat itu.
Sesuai namanya, TSR merupakan system call yang mengembalikan kendali pada sistem saat sebuah program keluar ( terminate ), tetapi program tersebut tetap menetap dimemory, dengan suatu event tertentu ( misalnya penekanan tombol keyboard tertentu atau operasi I/O pada disk ), kendali akan diberikan kembali pada program tersebut.
Sebuah program TSR tidak selalu berupa program jahat seperti virus. Justru fungsi TSR yang seharusnya merupakan program yang bekerja pada background dengan fungsi tertentu, seperti driver hardware atau program utility yang bermanfaat, contohnya DOS – Key yang sempat populer, dan mulai dikenal sejak MS – DOS/PC – DOS versi 5, Dan seterusnya.
Trojan merupakan salah satu program jahat yang bersifat Stielt (siluman dan tidak terlihat) berbeda dengan Virus atau Worm yang cenderung lebih agrsif dengan merusak sistem atau aplikasi dan terkadang membuat sistem crash juga. Sistem Trojan di kendalikan oleh Sistem Komputer lain.
Penyebaran Trojan biasanya mkelalui internet, saat para pengguna menunduh game atau aplikasi tertentu kadang juga di sisipi dengan kode trojan yang sudah di integrasi di dalam game atau aplikasi yang di unduh. Karena trojan dapat di kendalikan, maka cracker dapat mengacak-acak sistem yang telah terinfeksi oleh trojan tersebut.
Jenis-jenis Trojan yang sudah dikenal dan beredar adalah pencuri password, pada jenis ini cara kerjanya adalah mencatat/mencari password yang ada poada sistem kita kemudian mengirimkan nya ke cracker. Selanjutnya trojan penekan tombol, jenis trojan ini hampir mirip dengan mata-Mata, semua tombol yang di gunakan akan di simpan dan di kirim ke cracker.
tujuan utama dari spyware adalah untuk mengumpulkan dan penggunaan informasi demografis, tapi kadang-kadang juga data pribadi. Program-program tersebut biasanya dipaketkan sebagai komponen tersembunyi atau di-download dari Internet enggan. Mereka menginstal dan menjalankan tanpa pengetahuan pengguna. terburuk Apa, paket antivirus yang paling mengabaikan mereka. Mari
kita lihat apa program tersebut menggunakan metode untuk menginfeksi
sistem Windows dan bagaimana seseorang dapat melindungi diri terhadap
mereka.
I. Memahami Cara Kerja Serangan DoS (Denial of Service) Attack
II. Cara Kerja Malware Di Memory
Walaupun pengertian virus komputer adalah program yang dapat mengcopy-kan, tetapi hanya dengan bermodalkan kemampuan menduplikasikan dirinya tanpa menetap dimemory, virus tersebut akan tetap mengalami kesulitan menyebar kekomputer lain ( walaupun tetap memungkinkan ). Aksi jenis malware ini disebut dengan DIRECT ACTION. Sekali dieksekusi, ia akan menjalankan aksinya, misalnya mencari objek untuk diinfeksi, dan hal berbahaya lainnya.
Sekalipun tidak menetap dimemory, jenis malware ini tetap berbahaya, bayangkan jika komputer yang tanpa sengaja mengeksekusi malware ini berada pada sebuah jaringan komputer yang saling sharing, rutin malware tersebut bisa saja mencari dan menginfeksi file-file tertentu, termasuk pada komputer yang di share.
Pada memory dengan kapasitas yang relatif kecil ( misal 640 KB konvensional memory pada masa kejayaan MS – DOS ), sudah cukup untuk malware menetap dan beraksi. Teknik Terminate and Stay Resident ( TSR ) pada sistem operasi DOS kerap digunakan oleh virus komputer pada saat itu.
Sesuai namanya, TSR merupakan system call yang mengembalikan kendali pada sistem saat sebuah program keluar ( terminate ), tetapi program tersebut tetap menetap dimemory, dengan suatu event tertentu ( misalnya penekanan tombol keyboard tertentu atau operasi I/O pada disk ), kendali akan diberikan kembali pada program tersebut.
Sebuah program TSR tidak selalu berupa program jahat seperti virus. Justru fungsi TSR yang seharusnya merupakan program yang bekerja pada background dengan fungsi tertentu, seperti driver hardware atau program utility yang bermanfaat, contohnya DOS – Key yang sempat populer, dan mulai dikenal sejak MS – DOS/PC – DOS versi 5, Dan seterusnya.
III . Cara
kerja Hardware Keylogger
cukup diinputkan ke port PS2, lalu inputkan
port keyboard diatasnya. keylogger
yang ditancapkan pada keyboard akan menrecord semua segala aktivitas
menggunakan keyboard. Cara ini lebih efektif daripada software
keylogger. Dikarenakan antivirus tidak bisa mendetectnya. Walau
cenderung mahal, alat di pic diatas itu sekitar $53, Tapi alat ini
dapat menyimpan data rekaman sampai setahun lamanya. Alat ini juga diluar dari system. Menyimpan di memory tersendiri. Sehingga hanya orang yang mengaktifkannya yang dapat membuka nya.
Keren kan… Tapi ada satu kekurangannya, hardaware keylogger dapat terlihat, jadi, kalau anda online di warnet/komputer publik, dan melihat sesuatu yang aneh di port keyboardnya. Berhati-hatilah, mungkin saja komputer yang anda gunakan sudah dipasangi Keylogger.
dan contoh pemasangan nya seperti gambar berikut ...
yang sebelah kiri tanpa hardware keylogger dan yang sebelah kanan menggunakan HARDWARE KEYLOGGER.
2.Software
Aplikasi ini juga bisa di modifikasi menjadi sebuah trojan, dimana dia akan melakukan instal sendiri begitu si penerima email membukanya. Selanjutnya trojan ini akan mencatat semua aktifitas Anda dan mengirimkan data-data tadi ke sipencuri melalui email saat komputer korban terkoneksi.
dapat menyimpan data rekaman sampai setahun lamanya. Alat ini juga diluar dari system. Menyimpan di memory tersendiri. Sehingga hanya orang yang mengaktifkannya yang dapat membuka nya.
Keren kan… Tapi ada satu kekurangannya, hardaware keylogger dapat terlihat, jadi, kalau anda online di warnet/komputer publik, dan melihat sesuatu yang aneh di port keyboardnya. Berhati-hatilah, mungkin saja komputer yang anda gunakan sudah dipasangi Keylogger.
dan contoh pemasangan nya seperti gambar berikut ...
yang sebelah kiri tanpa hardware keylogger dan yang sebelah kanan menggunakan HARDWARE KEYLOGGER.
2.Software
Sedangkan
Softwarenya bekerja keyloger ini sangat sederhana, dimana dia akan
berjalan tanpa sepengatahuan sipengguna lain kecuali usernya. tinggal di
instal dikomputer lalu orang yang menggunakan komputer tersebut akan
terekam seluruh kegiatan nya termasuk kegiatan memasukkan "password dan
username" facebook dan friendster. bisa saja hal ini dilakukan oleh para
pemilik warnet yang iseng dan tidak bertanggung jawab, atau bisa saja
dilakukan oleh si pengguna komputer sebelum nya dengan cara mematikan
fungsi antivirus nya terlebih dahulu lalu kemudian menginstall keylogger.
Aplikasi ini juga bisa di modifikasi menjadi sebuah trojan, dimana dia akan melakukan instal sendiri begitu si penerima email membukanya. Selanjutnya trojan ini akan mencatat semua aktifitas Anda dan mengirimkan data-data tadi ke sipencuri melalui email saat komputer korban terkoneksi.
IV . Cara Kerja Worm "Dhoos"
Biasanya malware berniat untuk merusak komputer korban/mendapat informasi tertentu, akan tetapi hal ini sedikit berbeda dengan worm bernama Dhoos ini. Meskipun beberapa kebiasaan malware yang memanfaatkan website adalah mendownload file tertentu, worm Dhoos hanya seolah menawarkan beberapa produk yang bisa di beli secara online. Meskipun website yang di akses menggunakan bahasa china.
A. File Info
Nama: Dhoos
Asal: China
Pocker: UPX
Pemrogram: Delphi
Icon: Folder
Tipe: Worm
B. Tentang Malware
Namanya di ambil dari bagian tubuhnya yang banyak menyebutkan Dhoos. Ukuran asli worm ini jika tanpa packer adalah 528 KB (541,672 bytes). Di duga worm ini mulai menyebar di Indonesia pada awal Januari 2011, akan tetapi beberapa antivirus sudah mampu mengenali worm ini dengan teknik heuristic-nya termasuk PCMAV. Meskipun demikian, ada saja user yang komputernya terinfeksi worm Dhoos kemudian mengirimkan sampelnya kepada kami. Pada komputer yang belum menginstall Windows Asian Language akan menyebabkan nama file worm seperti sebuah karakter acak.
C. Companion/ File yang Dibuat
*Setelah aktif, worm ini akan membuat 4 buah shorcut URL pada desktop dan semuanya mengarah pada wesite : http://www.sfc***.com/
Biasanya malware berniat untuk merusak komputer korban/mendapat informasi tertentu, akan tetapi hal ini sedikit berbeda dengan worm bernama Dhoos ini. Meskipun beberapa kebiasaan malware yang memanfaatkan website adalah mendownload file tertentu, worm Dhoos hanya seolah menawarkan beberapa produk yang bisa di beli secara online. Meskipun website yang di akses menggunakan bahasa china.
A. File Info
Nama: Dhoos
Asal: China
Pocker: UPX
Pemrogram: Delphi
Icon: Folder
Tipe: Worm
B. Tentang Malware
Namanya di ambil dari bagian tubuhnya yang banyak menyebutkan Dhoos. Ukuran asli worm ini jika tanpa packer adalah 528 KB (541,672 bytes). Di duga worm ini mulai menyebar di Indonesia pada awal Januari 2011, akan tetapi beberapa antivirus sudah mampu mengenali worm ini dengan teknik heuristic-nya termasuk PCMAV. Meskipun demikian, ada saja user yang komputernya terinfeksi worm Dhoos kemudian mengirimkan sampelnya kepada kami. Pada komputer yang belum menginstall Windows Asian Language akan menyebabkan nama file worm seperti sebuah karakter acak.
C. Companion/ File yang Dibuat
*Setelah aktif, worm ini akan membuat 4 buah shorcut URL pada desktop dan semuanya mengarah pada wesite : http://www.sfc***.com/
*Disetiap driver terdapat file dari worm dengan nama My Documamts.axe
* Membuat file DLL dengan nama BSOC pada folder
C:/Program Files/Common File/BSOC.dll.
* Membuat folder pada dengan "VSPS" pada drive C:/ dan membuat pula companion dengan nama VSPS.exe
* Membuat folder dengan nama acak seperti "gqyjwihwwn" dan
"qloyaagnml" yang didalamnya terdapat host dari worm dengan nama
"explorer.exe" sedangkan yang satunya adalah "smss.exe".
* Tidak membuat startup pada registry, worm ini mengcopykan companionnya ke folder startup
C:/Documents and Settings/All Users/Start Menu/Programs/Stratup/liyfmphhgv.exe.
D. Hasil Infeksi
Tidak tanggung-tanggung worm ini belokan fungsi 187 file aplikasi dengan
nama tertentu ke fungsi "ntsd -d". 187 nama file yang tidak bisa
dibuka adalah:
1. ~.exe
2. 360rpt.exe
3. 360safe.exe
4. 360safebox.exe
5. 360sd.exe
6. 360sdrum.exe
7. 360tray.exe
8. 799d.exe
9. adam.exe
10. AgentSvr.exe
11. AntiU.exe
12. AoYun.exe
13. appdllman.exe
14. AppSvc32.exe
15. ArSwp.exe
16. ArSwp2.exe
17. ArSwp3.exe
18. AST.exe
19. atpup.exe
20. auto.exe
21. AutoRun.exe
22. autoruns.exe
23. av.exe
24. AvastU3.exe
25. avconsol.exe
26. avgreevc.exe
27. AvMonitor.exe
28. avp.com
29. avp.exe
30. AvU3Launcher.exe
31. CCenter.exe
32. ccSvcHst.exe
33. cross.exe
34. Discovery.exe
35. DSMain.exe
36. EGHOST.exe
37. FileDsty.exe
38. filmst.exe
39. FT CleanerShell.exe
40. FYFireWall.exe
41. ghost.exe
42. guangd.exe
43. HijackThis.exe
44. IceSword.exe
45. iparmo.exe
46. Iparmor.exe
47. irsetup.exe
48. isPwdSvc.exe
49. jisu.exe
50. kabaload.exe
51. KaScrScn.exe
52. KASMain.exe
53. KASTask.exe
54. KAV32.exe
55. KAVDX.exe
56. KAVPF.exe
57. KAVPFW.exe
58. KAVSetup.exe
59. kavstar.exe
60. kernelwind32.exe
61. KISLnchr.exe
62. kissvc.exe
63. KMailMon.exe
64. KMFilter.exe
65. knsd.exe
66. knsdave.exe
67. knsdtray.exe
68. KPFW32.exe
69. KPFW32X.exe
70. KPfwSvc.exe
71. KRegEx.exe
72. KRepair.com
73. KsLoader.exe
74. KSWebShield.exe
75. KVCenter.kxp
76. KvDetect.exe
77. KvfwMcl.exe
78. KVMonXP.kxp
79. KVMonXP_1.kxp
80. kvol.exe
81. kvolself.exe
82. KvReport.kxp
83. KVScan.kxp
84. KVSrvXP.exe
85. KVStub.kxp
86. kvupload.exe
87. kvwsc.exe
88. KvXP.kxp
89. KvXP_1.kxp
90. KWatch.exe
91. kWatch9x.exe
92. KWatch9x.exe
93. KWSMain.exe
94. kwstray.exe
95. KWSUpd.exe
96. loaddll.exe
97. logogo.exe
98. MagicSet.exe
99. mcconsol.exe
100. mmqczj.exe
101. mmsk.exe
102. Navapsvc.exe
103. Navapw32.exe
104. NAVSetup.exe
105. niu.exe
106. nod32.exe
107. nod32krn.exe
108. nod32kui.exe
109. NPFMntor.exe.
110. pagefile.exe
111. pagefile.pif
112. pfserver.exe
113. PFW.exe
114. PFWLiveUpdate.exe
115. qheart.exe
116. QHSET.exe
117. QQDoctor.exe
118. QQDoctorMain.exe
119. QQDoctorRtp.exe
120. QQKav.exe
121. QQPCMgr.exe
122. QQPCRTP.exe
123. QQPCSmashFile.exe
124. QQPCTray.exe
125. QQSC.exe
126. qsetup.exe
127. Ras.exe
128. Rav.exe
129. ravcopy.exe
130. RavMon.exe
131. RavMonD.exe
132. RavStub.exe
133. RavTask.exe
134. RegClean.exe
135. rfwcfg.exe
136. rfwmain.exe
137. rfwproxy.exe
138. rfwsrv.exe
139. RsAgent.exe
140. Rsaupd.exe
141. rsnetsvr.exe
142. RsTray.exe
143. rstrui.exe
144. runiep.exe
145. safeboxTray.exe
146. safelive.exe
147. scan32.exe
148. ScanFrm.exe
149. ScanU3.exe
150. SDGames.exe
151. SelfUpdate.exe
152. servet.exe
153. shcfg32.exe
154. SmartUp.exe
155. sos.exe
156. SREng.EXE
157. SREngPS.EXE
158. stromii.exe
158. stromii.exe
159. sxgame.exe
160. symlcsvc.exe
161. SysSafe.exe
162. tmp.exe
163. TNT.Exe
164. TrojanDetector.exe
165. Trojanwall.exe
166. TrojDie.exe
167. TxoMou.Exe
168. UFO.exe
169. UIHost.exe
170. UmxAgent.exe
171. UmxAttachment.exe
172. UmxCfg.exe
173. UmxFwHpl.exe
174. Umxpol.exe
175. upiea.exe
176. UpLine.exe
177. USBCleaner.exe
178. vsstat.exe
179. wbapp.exe
180. webscanx.exe
181. WoptiClean.exe
182. Wsyscheck.exe
183. XDelBox.exe
184. XP.exe
185. zhudongfangyu.exe
186. zjb.exe
187. zxsweep.exe
Memiliki kemampuan Rookit yang tersembunyi pada Explorer.exe.
Ini adalah aktivitas worm yang terlihat pada Process Explorer:
Karena worm ini membuat user mengakses web dengan bahasa China, maka
setiap membuka broweser Internet Explorer, maka akan muncul peringatan
untuk menginstall paket "Chinese Simplified" trlebih dahulu:
Untuk flash disk yang terhubung dengan komputer yang terinfeksi maka
semua foldernya akan hidden dan digantikan dengan file worm.
V. Cara Kerja Trojan
Trojan merupakan salah satu program jahat yang bersifat Stielt (siluman dan tidak terlihat) berbeda dengan Virus atau Worm yang cenderung lebih agrsif dengan merusak sistem atau aplikasi dan terkadang membuat sistem crash juga. Sistem Trojan di kendalikan oleh Sistem Komputer lain.
Penyebaran Trojan biasanya mkelalui internet, saat para pengguna menunduh game atau aplikasi tertentu kadang juga di sisipi dengan kode trojan yang sudah di integrasi di dalam game atau aplikasi yang di unduh. Karena trojan dapat di kendalikan, maka cracker dapat mengacak-acak sistem yang telah terinfeksi oleh trojan tersebut.
Jenis-jenis Trojan yang sudah dikenal dan beredar adalah pencuri password, pada jenis ini cara kerjanya adalah mencatat/mencari password yang ada poada sistem kita kemudian mengirimkan nya ke cracker. Selanjutnya trojan penekan tombol, jenis trojan ini hampir mirip dengan mata-Mata, semua tombol yang di gunakan akan di simpan dan di kirim ke cracker.
VI . CARA SPYWARE MENGINFEKSI KOMPUTER
hasil terbaru dari penelitian
dengan organisasi terkenal seperti CSI / FBI menunjukkan bahwa hampir
80 persen dari sistem komputer terinfeksi oleh spyware. Jumlah
spyware masih terus berkembang karena fakta bahwa penulis spyware
menggunakan teknologi yang lebih baru keterampilan dan banyak lagi. Karena ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan, kejahatan terorganisir berinvestasi pada orang-orang dan teknologi. Untuk organisasi, sulit untuk melindungi terhadap ancaman ini. Di
satu sisi, mereka harus menerapkan solusi yang akan mencegah infeksi,
tetapi di sisi lain, solusi ini juga harus mampu membersihkan sistem
komputer yang sudah terinfeksi.
Mari kita lihat lebih dekat teknik yang saat ini menggunakan spyware untuk menginfeksi sistem Windows. Dengan masing-masing teknik yang dijelaskan, kita juga akan menyebutkan solusi untuk mendeteksi dan menghindari infeksi dan untuk menghapus ancaman. Artikel ini tidak boleh diperlakukan sebagai ringkasan lengkap tentang spyware, melainkan melihat teknik menarik beberapa yang dikembangkan dengan penemuan spyware untuk tujuan sendiri, dan pada metode manual perlindungan terhadap orang-orang teknik, sebagai alat otomatis tidak selalu dapat membantu pengguna dalam hal ini.
Mari kita lihat lebih dekat teknik yang saat ini menggunakan spyware untuk menginfeksi sistem Windows. Dengan masing-masing teknik yang dijelaskan, kita juga akan menyebutkan solusi untuk mendeteksi dan menghindari infeksi dan untuk menghapus ancaman. Artikel ini tidak boleh diperlakukan sebagai ringkasan lengkap tentang spyware, melainkan melihat teknik menarik beberapa yang dikembangkan dengan penemuan spyware untuk tujuan sendiri, dan pada metode manual perlindungan terhadap orang-orang teknik, sebagai alat otomatis tidak selalu dapat membantu pengguna dalam hal ini.
Langganan:
Postingan (Atom)








